
Sebelumnya gw klarifikasi dulu, gw bukan fanatis salah satu merek yang gw sebutin tersebut n gw juga ga ada hubungan dengan mereka kecuali konsumen.
Cerita perang harga ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, hanya saja akhir-akhir ini sering sekali gw baca n denger istilah Price-cut. Sebenernya (lagi) perang ini bermula dari kekalahan intel, secara performance dan penjualan yang merosot di seluruh dunia (meskipun secara statistik masih lebih besar dibanding AMD), pada seri Pentium 4 terutama yang memakai arsitektur Netburst dengan pesaing mereka AMD K7-K8 series dengan brand-name Athlon. Dilihat dari segi performance, suhu dan pemakaian daya intel kalah dari AMD.
Hal ini berlangsung sampai intel mengeluarkan CPU dengan arsitektur yang sama sekali berbeda (sebenernya ada kemiripan dengan arsitektur pentium 3 mobile), dengan code-name conroe dan Brand-name intel core (yup intel mencoba menghilangkan embel2 pentium di jajaran processor desktopnya). Performance yang diberikan oleh intel core ini luar biasa, dengan clock speed yang lebih rendah, suhu yang lebih rendah, native dual core dan tentu saja arsitektur netburst yang ditinggalkan bisa melibas kelebihan yang diberikan oleh jajaran processor AMD athlon 64 X2.
Alhasil, karena AMD tidak dan belum bisa mengeluarkan arsitektur yang baru, maka dilakukan lah strategi marketing yaitu pemotongan harga yang cukup besar, contohnya saja athlon 64 X2 3600+ yang pada awal-nya berharga $150 sekarang dapat dinikmati di kisaran harga $65. Pada saat kemunculan awal intel core, processor yang ditawarkan intel berada pada kelas mainstream-atas dengan nama intel core 2 duo E6xxx-series dengan kisaran harga diatas $200. Artinya pada saat itu intel masih belum mempunyai processor yang bersaing langsung dengan dual core AMD. Sampai akhirnya dikeluarkanlah seri E4xxx yang dikebiri pada L1-cache-nya, yang dibandrol seharga $150 dan yang pada akhirnya dikeluarkanlah seri E2xxx dengan pemotongan lagi pada L1-cache dan juga kecepatan FSB, yang dibandrol seharga $83. Pada seri ini (E2xxx) terjadi kejanggalan, kenapa? karena intel kembali lagi memakai nama Pentium untuk processor yang satu ini, padahal dari segi arsitektur seri ini sama dengan yang dipakai oleh intel core. Ternyata hal tersebut merupakan strategi intel, karena brand pentium ternyata telah mendarah daging di konsumen yang awam akan teknologi processor.
Persaingan harga ini jika dilihat dari kacamata konsumen memang cukup menggiurkan, terutama karena kita bisa memiliki processor dengan performance baik dengan harga yang cukup murah… Eit, tapi tunggu dulu, yang gw liat justru klo keadaan seperti ini berlangsung lama malah akan mematikan persaingan, loh kok bisa? Mungkin dimulai dengan jatuhnya/gulung tikar-nya salah satu pesaing, dalam hal ini AMD, lalu terjadilah monopoli pasaran CPU sehingga intel bisa semena-mena bermain dengan margin harga. Dan juga tidak memungkinkan terjadinya perlambatan perkembangan teknologi, karena toh produk yang dijual masih laris manis dan tidak ada pesaing yang bisa mengambil pasar yang sudah ter-monopoli.
Kecenderungan ke arah tersebut bisa kita lihat dari MEMO yang diberikan pihak Uni Eropa kepada intel yang berisi sebagai berikut:
The European Commission can confirm that it has sent a Statement of Objections (SO) to Intel on 26th July 2007. The SO outlines the Commission’s preliminary view that Intel has infringed the EC Treaty rules on abuse of a dominant position (Article 82) with the aim of excluding its main rival, AMD, from the x86 Computer Processing Units (CPU) market.
In the SO, the Commission outlines its preliminary conclusion that Intel has engaged in three types of abuse of a dominant market position. First, Intel has provided substantial rebates to various Original Equipment Manufacturers (OEMs) conditional on them obtaining all or the great majority of their CPU requirements from Intel. Secondly, in a number of instances, Intel made payments in order to induce an OEM to either delay or cancel the launch of a product line incorporating an AMD-based CPU. Thirdly, in the context of bids against AMD-based products for strategic customers in the server segment of the market, Intel has offered CPUs on average below cost.
These three types of conduct are aimed at excluding AMD, Intel’s main rival, from the market. Each of them is provisionally considered to constitute an abuse of a dominant position in its own right. However, the Commission also considers at this stage of its analysis that the three types of conduct reinforce each other and are part of a single overall anti-competitive strategy.
Intel has 10 weeks to reply to the SO, and will then have the right to be heard in an Oral Hearing. If the preliminary views expressed in the SO are confirmed, the Commission may require Intel to cease the abuse and may impose a fine.
Background
A Statement of Objections is a formal step in Commission antitrust investigations in which the Commission informs the parties concerned in writing of the objections raised against them. The addressee of a Statement of Objections can reply in writing to the Statement of Objections, setting out all facts known to it which are relevant to its defence against the objections raised by the Commission. The party may also request an oral hearing to present its comments on the case.
The Commission may then take a decision on whether conduct addressed in the Statement of Objections is compatible or not with the EC Treaty’s antitrust rules. Sending a Statement of Objections does not prejudge the final outcome of the procedure
Diambil dari sini
Itu aja info dan sekedar opini dari gw… CMIIW !!!
Recent Comments